Oleh: Tim Media Sukamakmur
Jember, 8
Desember 2025 – Di tengah tantangan kenaikan harga pupuk kimia dan tuntutan
pertanian yang lebih ramah lingkungan, inovasi muncul dari tangan dingin
mahasiswa Universitas Jember (Unej). Melalui Promahadesa (Program Mahasiswa
Berdesa), sepuluh mahasiswa lintas fakultas berhasil menciptakan Bio Mag, pupuk
cair asam amino alami yang memanfaatkan dua bahan tak terduga: Magot Black
Soldier Fly (BSF) dan Daun Kipahit (Paitan) yang tumbuh liar di tepi sungai.
Kegiatan ini
berlangsung intensif selama empat bulan, mulai Mei hingga Agustus 2025, di Desa
Sukamakmur. Program ini merupakan kolaborasi erat antara tim Promahadesa Unej
dengan Kelompok Tani (Poktan) Tirto Mulyo I.
Sosialisasi Program di Masjid Curah Rejo Kegiatan Kelompok Tani di Musala Haji Khoiri
Kolaborasi Lintas Ilmu dan Kearifan Lokal
Tim
Promahadesa yang beranggotakan 10 orang ini terdiri dari mahasiswa dari
Fakultas Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, dan Fakultas MIPA (Prodi Kimia).
Kombinasi ilmu ini menjadi kunci sukses dalam merancang formulasi pupuk.
“Kami
menggabungkan pengetahuan kami tentang bioreaktor, nutrisi tanaman, dan reaksi
kimia. Tantangannya adalah menemukan sinergi antara maggot BSF, yang kaya
protein, dengan Daun Kipahit yang selama ini dianggap gulma biasa,” jelas salah
satu anggota tim dari Fakultas MIPA Kimia.
Dipilihnya
Daun Kipahit ( Tithonia diversifolia) bukan tanpa alasan. Tanaman ini
dikenal memiliki kandungan unsur hara tinggi. Melalui proses fermentasi dan
ekstraksi, potensi nutrisi dari maggot dan daun liar ini diubah menjadi asam
amino siap serap yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman.
Hasil Uji Lab dan Manfaat Nyata di Lahan
Keberhasilan
program ini tak lepas dari peran aktif Poktan Tirto Mulyo I. Mereka adalah
mitra utama yang menyediakan lokasi, input, dan lahan uji coba. Bapak Sutikno,
salah satu tokoh kunci di Poktan, menjadi jembatan komunikasi yang intensif
antara mahasiswa dan para petani.
“Kami sering
komunikasi dengan Pak Sutikno. Beliau sangat terbuka dengan ide baru dan
membantu kami menguji Bio Mag langsung pada tanaman mereka,” ungkap Yahya
Koordinator Tim Promahadesa dari Fakultas Teknologi Pertanian.
Setelah
melalui serangkaian uji coba, Bio Mag terbukti memberikan hasil yang sangat
baik, terutama pada Fase Vegetatif tanaman. Hasil uji laboratorium dari Bio Mag
menunjukkan kandungan asam amino esensial yang tinggi, yang berfungsi memacu
pertumbuhan tunas, daun, dan akar secara optimal.
Saat ini,
Bio Mag memang belum diproduksi secara massal. Namun, khasiatnya sudah terbukti
dan mulai digunakan secara rutin oleh sebagian petani anggota Poktan Tirto
Mulyo I untuk tanaman padi dan sayuran mereka.
Menjaga Ketahanan Pangan Desa Sukamakmur
Inisiatif
Promahadesa ini diharapkan dapat menjadi model pertanian berkelanjutan. Selain
mengurangi ketergantungan pada pupuk impor yang mahal, pemanfaatan limbah
maggot dan gulma Kipahit juga memberikan solusi ekologis bagi lingkungan desa.
“Kami
berharap hasil pengabdian mahasiswa dari Universitas Jember ini, melalui produk
Bio Mag, dapat bermanfaat besar untuk ketahanan pangan, khususnya di Desa
Sukamakmur,” ujar Bapak Andrew, Dosen Pembimbing dari Fakultas Teknologi
Pertaian. “Inovasi ini membuktikan bahwa potensi lokal, jika diolah dengan
sentuhan ilmu pengetahuan, mampu menghasilkan produk pertanian yang mandiri,
berkualitas, dan berkelanjutan.”
Dengan
semangat gotong royong dan ilmu yang diterapkan, Bio Mag adalah cerminan dari
semangat Promahadesa: membawa ilmu dari kampus langsung ke ladang, demi
pertanian Indonesia yang lebih hijau dan makmur.
0 Komentar